TUJUAN DAN HIKMAH ZAKAT

1. Tujuan zakat. 

Allah Swt mewajibkan zakat tidak sekedar untuk mensucikan diri bagi si wajib zakat atau untuk menyuburkan rasa belas kasihan. Akan tetapi dengan tujuan untuk membangun masyarakat Islam yang hidup secara gotong royong dan sejahtera.(68)

TUJUAN DAN HIKMAH ZAKAT

Tujuan zakat dijelaskan dalam oleh Allah Swt dalam Surat AtTaubah 103 sebagai berikut: 

Artinya :“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “(QS At-Taubah 103).(69)

Tujuan zakat antara lain:(70)
  1. Mengangkat derajat fakir miskin dan membantunya keluar dari kesulitan hidup dan penderitaan, melindungi masyarakat dari bahaya kemiskinan dan kemelaratan. 
  2. Membantu pemecahan masalah yang dihadapi para Mustahiq zakat (penerima zakat). 
  3. Membentangkan dan membina tali persaudaraan, gotong royong, tolong menolong, kebaikan dan taqwa sesama umat Islam serta manusia pada umumnya. 
  4. Menghilangkan sifat kikir, dengki, dan iri hati.
  5. Menjembatani jurang pemisan anatara si kaya dan si miskin dalam masyarakat. 
  6. Mengembangkan rasa tanggung jawab, solidaritas sosial, kasih sayang pada diri sendiri dan sesama manusia terutama pada mereka yang mempunyai harta. 
  7. Mendidik manusia untuk berdisiplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain padanya. 
  8. Sarana pemerataan pendapatan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat dan negara. 

2. Hikmah Zakat. 

Hikmah zakat digambarkan dalam berbagai ayat al-Qur’an, diantaranya dalam Surat Al baqarah 261, 267, dan at-Taubah 103.71 Hikmah zakat sungguh sangat banyak, baik untuk Muzakki (pemberi zakat) maupun Mustahiq (penerima zakat). Diantara hikmah tersebut adalah sebagai berikut: 
  1. Melatih si pemberi zakat untuk berderma dan murah hati, yaitu sadarlah ia bahwa zakat itu banyak menambah harta daripada yang terambil darinya. 
  2. Menolong orang yang lemah dan susah agar dia dapat menunaikan kewajibannya terhadap Allah Swt dan terhadap makhluk Allah Swt. 
  3. Membersihkan diri dari sifat kikir dan akhlak yang tercela serta mendidik diri agar bersifat mulia dan bermurah hati dengan membiasakan membayarkan amanat kepada orang yang berhak. 
  4. Sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih atas nikmat kekayaan yang diberikan kepadanya. e. Guna mendekatkan hubungan kasih sayang dan cinta-mencintai antara si kaya dan si miskin. Rapatnya hubungan tersebut akan menumbuhkan kebaikan dan kemajuan, serta memberi faedah kepada kedua golongan dan masyarakat umum. 
  5. Zakat akan menjadi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, dan antara orang kuat dan orang lemah. 
  6. Zakat menjaga dan memelihara harta dari incaran mata para pendosa dan pencuri.(72)

Zakat sebagai suatu kewajiban dan kebutuhan bagi seorang muslim yang beriman. Menghilangkan rasa kikir bagi pemilik harta serta membersihkan sikap dengki dan iri hati bagi orang-orang yang kurang. 

Keberhasilan zakat dalam mengurangi perbedaan kelas dan berhasilnya dalam mewujudkan pendekatan dari kelas-kelas dalam masyarakat, otomatis akan menciptakan suasana aman dan tentram yang melindungi seluruh masa. Dengan demikian akan menyebabkan tersebarnya keamanan masyarakat dan berkurangnya tindakan kriminalitas. Karena tidak ada lagi kesenjangan ekonomi antar manusia, dan orang- orang yang kurang mampu tidak perlu berbuat kriminal untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka ,karena kemiskinan dekat dengan kekafiran. Dengan adanya zakat orang- orang yang kurang mampu merasa mendapatkan perhatian dan kasih sayang.
__________________________________
(68) Hasbi Ash-Shiddiqiey, Beberapa Permasalahan Zakat, Jakarta: Tinta Emas, t.th., hlm.  (69) Fahd Ibn ‘Abd ‘Aziz Al Sa’ud, Op. Cit., hlm. 297-298. (70) Moh. Daud Ali, Op. Cit, hlm. 40.  (71) Ibid., hlm. 41.  (72) Wahbah al- Zuhaily, Op. Cit., hlm. 86-88.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel