Jusuf Kalla Berharap Tokoh Agama Bantu Hentikan Perbudakan Modern

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap tokoh-tokoh agama dapat membantu pemerintah dalam menghentikan perbudakan modern di Indonesia. JK juga menjelaskan perbedaan perbudakan masa lalu dengan masa modern.

Tokoh Agama Bantu Hentikan Perbudakan Modern
@Moral Trail doc. foto; Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
"Apa yang terhormat para tokoh agama menandatangani ini sebagai komitmen secara moral, agama, ini harus dicegah," ujar JK dalam acara Deklarasi Antiperbudakan Modern yang diprakarsai tokoh-tokoh lintas agama di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).

Menurut JK, pelaksanaan perbudakan di masa modern telah berbeda dengan perbudakan di masa lalu. Perbudakan modern adalah saat orang-orang dipaksa bekerja di bawah tekanan sehingga melanggar hak-hak individu.

Perbudakan berarti ada dua pihak yang terlibat, yaitu memperbudak dan diperbudak. JK mengatakan ada pihak-pihak yang memaksakan kerja yang tidak sesuai waktu tanpa istirahat, tidak dibayar, dan pekerja di bawah umur.

"Secara moral masyarakat harus dididik dan diajarkan untuk hal ini tidak terjadi. Anak-anak yang masih kecil mestinya bersekolah tetapi dipaksakan bekerja karena tuntutan ekonomi keluarga contohnya," ujarnya.

Pemerintah juga tidak tinggal diam untuk menghentikan perbudakan modern. Beberapa program pemerintahan Jokowi-JK seperti beras sejahtera, lapangan kerja, KIS, KIP, sudah banyak dilakukan untuk membantu masyarakat miskin agar tidak terjadi perbudakan. 

"Oleh karena itu semua negara harus bersatu untuk menyelesaikan ini. Artinya kedua belah pihak yang cenderung diperbudak mari kita ambil alih untuk memberikan pekerjaan yang layak. Itulah namanya bentuk namanya pertumbuhan ekonomi harus dilaksanakan agar banyak kesempatan orang bekerja dengan layak," ucapnya. ***detik**

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel