Jejak Geert Wilders, Politisi Anti-Islam juga Anti Uni Eropa

Geert Wilders, politikus Belanda, dikenal memiliki pandangan politik kontroversial. Di antaranya adalah anti-kemapanan, anti-Islam, dan menyatakan ingin melepaskan diri dari bayang-bayang elite politik Den Haag.

Politisi Anti-Islam juga Anti Uni Eropa
@Moral Trail doc. foto.
Geert tak pernah menjelaskan secara detail mengapa menyatakan ingin bebas dari bayangan politikus Den Haag. 

Kendati dianggap berpandangan radikal, pendiri Partai untuk Kebebasan ini mendapatkan dukungan dari anggota senior Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik, Steve King.

Wilders dicap sebagai manusia sampah oleh Maroko karena pidatonya kerap mengumbar kebencian terhadap kaum imigran dan Islam.

Pada Maret 2016, Wilders diseret ke pengadilan akibat pidatonya berisi ujaran kebencian dan diskriminasi terhadap warga Maroko di Belanda. Wilders berjanji mengurangi jumlah warga Maroko yang tinggal di Belanda. 

"Wilders jadi terdakwa pada 9 Desember 2016, namun tidak pernah dihukum." 

Siapa Wilders? Dia adalah seorang pendiri partai sayap kanan Belanda bernama Partai untuk Kebebasan. Pria 53 tahun ini berasal dari Venlo, sebelah tenggara Belanda dan menikah dengan diplomat Hungaria, Krisztina Wilders. 

Selain sebagai pemimpin parlemen dari partainya di Majelis Rendah, Wilders beberapa kali mengisi acara stasiun radio NOS dengan tema Tahun Politikus.

Hasil jajak pendapat menunjukkan partai yang dipimpin Wilders diperkirakan bakal nangkring di posisi kedua pada pemilu yang diselanggarakan pada Rabu, 15 Maret 2017.

"Partai pimpinan Wilders diharapkan dapat meraih prestasi bagus pada pemilihan umum kali ini," tulis The Sun , Selasa 14 Maret 2017.

The sun mengatakan, pria yang berharap menjadi Perdana Menteri Belanda mendatang itu dikenal pula sebagai Kapten Peroksida dan Mozart sebab rambut blondenya sangat populer.

"Radio Nederland menjulukinya rambut blonde paling top sejak Marilyn Monroe," kata The Sun. 

Wilder tidak menyukai sistem politik Belanda dan berpandangan bahwa para politikus hanya mementingkan diri mereka sendiri tak perduli pada nasib konstituennya.

"Dia juga pendukung kuat Belanda tinggalkan Uni Eropa," kata The Sun. 

Dia sangat berhasrat pada Israel, pernah tinggal di Negeri Yahudi itu selama dua tahun ketika masih belia dan mengunjungi negeri itu lebih dari 40 kali.

"Saya memiliki solidaritas terhadap Israel," ucap Geert ketika kembali ke Belanda usai berkunjung ke Israel kepada wartawan.

Apa visi partainya. Wilders acap menyampaikan pidato kepada para pendukungnya bahwa kebijaksanaan partainya adalah keluar dari Uni Eropa, mendukung penggunaan uang mata Belanda lama yakni gulden, mencabut undang-undang anti-merokok di bar dan membatasi toko cannabis alias ganja.***tempo**

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel