Jokowi Segera Resmikan 3 Balai Bahasa Indonesia di Australia

Jakarta - Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia. Jokowi akan meresmikan tiga Balai Bahasa Indonesia di Australia.

Pereasmian 3 Balai Bahasa Indonesia di Australia
@Moral Trail doc. foto; Jubir Kemlu Armanatha Nasir.
"Akan meresmikan Balai Bahasa Indonesia juga. Saat ini sudah ada tiga Balai Bahasa Indonesia di Australia, seperti di Canberra dan Melbourne," ujar juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir, Kamis (23/2/2017).

Dalam kunjungannya kali ini, Jokowi juga akan diundang makan malam tertutup oleh Perdana Menteri Turnbull. Tetapi makan malam ini berbeda dengan biasanya.

"Sedikit berbeda dengan seperti biasanya, makan malam kedua pemimpin akan dilakukan private dinner. Jadi PM Turnbull akan mengundang Presiden dan Ibu Negara untuk private dinner," kata Arrmanatha. 

Dia mengatakan, dalam makan malam tertutup itu, akan dibahas berbagai isu, terutama masalah ekonomi.

"Membahas berbagai isu ke berbagai negara, terutama ekonomi. Selain itu, perluasan kerja sama dalam berbagai bidang," ungkapnya.

Selain untuk memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan dan menghormati kedua negara, Jokowi juga akan membahas tentang pendidikan, keamanan dunia maya, kerja sama maritim, dan investasi.

"Kunjungan ke Australia ini sangat penting. Tujuannya memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan dan menghormati," imbuhnya.

Dia juga menyebutkan Pemerintah RI akan memperluas pasar bagi produk-produk Indonesia. Khususnya produk kayu Indonesia, yang sudah bersertifikat FLEGT.

"Indonesia akan memperluas akses pasar untuk produk yang sudah bersertifikat FLEGT, khususnya produk kayu kita," ujarnya.

Pada kunjungan kenegaraan ini, Jokowi akan melakukannya selama dua hari, yakni pada 25-26 Februari 2017. Jokowi juga akan menemui para pengusaha Australia dan masyarakat Indonesia yang berada di Australia.

Adapun beberapa pejabat yang akan mendampingi Presiden RI dalam kunjungannya adalah Menteri Perdagangan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Menteri Koordinator Perekonomian. ***detik**

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel