GP Ansor nyatakan Kami Sangat Marah kepada Ahok

Jakarta - Ketua Hubungan Antar Lembaga Gerakan Pemuda Ansor, Redim Okto Fudin, mengingatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar menjaga tutur kata dan etikanya. Pasalnya, kegaduhan yang terjadi di masyakarat belakangan ini dianggapnya karena Ahok tak bisa menjaga tutur kata dan sikap.

GP Ansor Sangat Marah kepada Ahok
@Moral Trail doc. foto; GP Ansor.
"Tolong dingatkan tutur kata dan etika Ahok yang sering bikin kegaduhan seperti sekarang ini," kata Redim dalam diskusi bertajuk 'Ngeri-ngeri Sadap' di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu 4 Februari 2017.

Hal itu disampaikan Redim berkaitan dengan apa yang terjadi ketika sidang lanjutan dugaan penodaan agama pada Selasa 31 Januari 2017 lalu. Redim merasa kecewa dengan Ahok dan tim kuasa hukum-nya yang menyebut Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin, melakukan kebohongan.  

"Karena itu GP Ansor kecewa dan marah besar, apa yang dilakukan penasihat hukum dan Ahok yang sudah katakan Kiai (Ma’ruf) bohong. Penekanan sikap kami di situ (kalimat bohong)," kata Redim.

Bagi Redim, ketika menjadi saksi dalam sidang, Ma’ruf telah diperlakukan secara intimidasi. Atas dasar itulah, menurutnya yang menimbulkan kemarahan umat Islam.

"Bagi kami ini intimidasi. Tidak patut pengacara Ahok ke panutan kami (Ma’ruf). Semua umat muslim di Indonesia, semua kaum muslim, nonmuslim juga pasti hormati beliau. Dia (Ma’ruf) tokoh yang bisa persatukan perbedaan," kata Redim.

Selama ini, Redim melanjutkan, GP Ansor tidak pernah menyoalkan dan memberi sikap apapun kepada tingkah laku Ahok. Tapi, setelah ada ketidaksopanan terhadap Kiai Ma’ruf Amin kemarin, itulah yang menyulut kemarahan dan kekecewaan.

"Ansor itu selama ini tidak pernah mengusik Pak Ahok, tak pernah melakukan pernyataan tak pernah mengenakkan Pak Ahok. Tapi saat Kiai Maruf diperlakukan seperti ini, asli bos marah betul," ujarnya.***viva**

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel