BNN Kota dan Provinsi akan Dipersenjata Lengkap

Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat akan memperlengkapi jajaran BNN di tingkat Provinsi maupun Kota dengan persenjataan lengkap agar semakin mempermudah dalam menjalankan tugas pemberantasan narkoba.

BNN Kota dan Provinsi Dipersenjata
@Moral Trail doc. foto; Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Budi Waseso.
Setiap unit BNN di Provinsi dan Kota tersebut akan dilengkapi dengan senjata bunyet dengan 37 stall amunisi, 5 senjata serbu, dan 5 senjata pendamping agar semakin bertaji dalam memberantas para bandar atau kurir narkotika yang berupaya melawan saat hendak ditangkap.

"Sekarang ini tren peredaran narkotika sudah serba online, malah terkadang menggunakan jasa ojek online untuk mengantarkan barang. Ini yang harus kita waspadai," ujar Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Budi Waseso, Senin (27/2) di Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur.

Ia mengungkapkan, penggunaan senjata tersebut diperbolehkan asalkan sesuai dengan UU yang berlaku terhadap para sindikat narkoba yang mencoba melawan dan membahayakan masyarakat atau petugas BNN.

"Senjata-senjata ini bisa kita gunakan saat ada kondisi memaksa. Contohnya senjata otomatis bunyet ini bisa menembakkan 9 peluru dalam sekali tembak, semakin jauh targetnya maka arah tembakan semakin melebar," kata Buwas.

Ia menyebutkan senjata ini sangat efektif dalam menghancurkan mesin mobil, lemari besi, atau tembok ringan tempat pelaku menyimpan barang bukti narkotika.

"Kalau bunyet itu tidak untuk menembak orang, hanya menghancurkan benda yang sulit ditembus saja. Atau misalnya dikeroyok 50 orang kayak di film-film action, itu bisa saja kita gunakan senjata itu," tuturnya.

Menurut Buwas, tiga jenis senjata itu sudah mulai didistribusikan ke BNN Kota atau Provinsi setelah melakukan rapat pimpinan (rapim) pada 24 Februari 2017 lalu.

"Nanti senjata ini akan melengkapi seluruh jajaran BBNP dan BNN. Masing-masing BNNP ada 30 senjata, 5 senjata serbu, dan senjata pendamping. Dan yang pasti kita gunakan hanya peluru tajam, karena kejahatan luar biasa harus dilumpuhkan dengan tindakan tegas," lanjutnya.

Selain pendistribusian kurang lebih 1.800 pucuk senjata import ke BNN Kota dan Provinsi, pihak BNN Pusat juga menyiapkan rompi antipeluru bagi para petugas BNN yang melakukan pengejaran terhadap bandar atau kurir.

"Bandar, kurir, atau pengedar kalau sudah menyerah kepada petugas di lapangan itu tidak akan sampai kita matikan, kecuali dia melawan atau berupaya melarikan diri baru kita beri," tegas Buwas.***Beritasatu**

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel