Bayar Listrik Pakai Sampah Berlaku Di Bandung

PT PLN Distribusi Jawa Barat, membantu pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah di Kota Bandung, dengan mengalokasikan dana Program Bina Lingkungan (PBL) PLN Peduli untuk membangun Bank Sampah Induk Kota Bandung. Dalam acara peresmian gedung tersebut, bersama dengan LSM Hijau Lestari, PLN mengajak masyarakat untuk peduli sampah dan lingkungan melalui program bayar rekening listrik dengan menggunakan sampah.‬

Bayar Listrik Pakai Sampah
@Moral Trail doc. foto; Ilustrasi Bank Sampah.
"Bayar listrik pakai sampah itu maksudnya warga punya tabungan bank sampah kan menghasilkan uang nah dananya bisa dijual untuk token listrik. Jadi, masyarakat bisa terbantu," ujar GM PT PLN Distribusi Jabar, Iwan Purwana kepada wartawan, di acara Peresmian Bank Sampah Induk Kota Bandung di Hari Peduli Sampah Nasional , Bandung, Selasa (21/2).

Menurut Iwan, sampah yang dikumpulkan masyarakat tersebut salah satunya berbentuk plastik, kertas, dan logam. Nanti, sampah itu akan dihancurkan lalu dijual ke industri tekstil. "Dari sampah yang dikumpulkan, warga jadi bisa punya tabungan kan," katanya.

Iwan mengatakan, sejalan dengan pengembangan bank sampah tersebut, PLN juga memberikan bantuan sebesar Rp 500 juta rupiah untuk pembangunan kantor, ecomart, dan gudang pengolahan sampah sekaligus penguatan manajemen operasional‬. Sejak 2014, kata dia, PLN aktif membantu dan membina Bank Sampah yang dahulu berlokasi di Jalan Tubagus Ismail, Dago tersebut.

Di awal kerja sama, PLN telah menyalurkan satu unit motor roda tiga untuk keperluan angkutan sampah dari Bank Sampah unit ke Bank Sampah induk. Sedangkan di 2016, PLN menyediakan lahan sewa dan dana untuk renovasi aset PLN serta untuk pengembangan operasional Bank Sampah. Saat ini, lokasi Bank Sampah Induk Kota Bandung menempati tempat yang baru yang beralamat di Jalan Jend Ahmad Yani No 752 Kota Bandung.

Menurut Ketua Bank Sampah Hijau Lestari, Elis Solihat, Bank Sampah Induk Bandung merupakan pengembangan dari Bank Sampah Hijau Lestari yang bergerak secara sukarela dan bertujuan utama untuk mengubah pemikiran masyarakat tentang pemanfaatan sampah secara benar. 

Kini, Bank Sampah Hiijau Lestari telah memiliki 131 unit bank sampah di 54 kelurahan di Kota Bandung. Bank Sampah ini pun, kata dia, telah berhasil mengurangi volume sampah yang diterima Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) karena sebagian sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan. "Bank sampah menerima sampah dari warga yang masih dapat dijual ditukar dengan uang yang juga bisa ditabung," katanya. ***republika**

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel