-->

Pasukan Pemburu Mayat Sejak Zaman Belanda Bernama Palang Hitam

Hampir setiap hari, iring-iringan mobil jenazah yang disertai konvoi keluarga dan tetangga sekitar biasa terlihat di setiap sudut kota. Namun, apabila jenazah tesebut adalah jenazah korban kecelakaan, pembunuhan, atau mayat yg tidak diketahui identitasnya, siapakah yg bertugas mengangkutnya?

Pasukan Pemburu Mayat Bernama Palang Hitam

Di Ibu Kota, pekerjaan ini dilakukan oleh tim yg dikenal dengan sebutan Palang Hitam. Palang hitam ini sudah ada dari zaman Belanda dlam bentuk sebuah yayasan yg dikelola pihak swasta.

Namun, pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin, yayasan tesebut diambil alih oleh Pemerintah Provinsi dan sekarang berada di bawah naungan Dinas Pertamanan & Pemakaman dngan kantor di Jalan Aipda KS Tubun, Petamburan.

Status tim Palang Hitam tesebut saat ini adalah Pegawai Harian Lepas (PHL).

Nama palang hitam diambil dari pita hitam yg biasa disematkan kepada jenazah. Kalau palang merah tugasnya mengurus orng sakit, maka palang hitam adalah yg mengurus jenazah.

Saat ini anggota Palang Hitam berjumlah 48 orang. Dibagi dlam jadwal tugas dan piket, tugas mereka bergantian utk selalu siap menjemput jenazah.

“Untuk korban kecelakaan atau penemuan mayat, kami dihubungi oleh pihak kepolisian. Prosedurnya begitu,” jelas Yudi kepada Kompas.com di  Gedung Dinas Pertamanan & Pemakaman Provinsi DKI Jakarta, Jalan Aipda KS Tubun, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017).

Sejumlah ambulans utk membawa jenazah pasien BPJS, jenazah tanpa identitas dan tanpa keluarga, diparkir di posko Palang Hitam, kantor Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2016).KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT

Biasanya, lanjut Yudi, stelah polisi slesai melakukan olah TKP, jenazah akan dibawa sesuai permintaan. Bisa ke Rumah Sakit Polri, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), atau ke rumah keluarga korban apabila sdh teridentifikasi.

Meskipun begitu, bukan berarti pekerjaan mereka tanpa hambatan. Pernah suatu ketika kepolisian meminta utk membawa jenazah ke salah satu rumah sakit yg ditunjuk utk dilakukan autopsi, namun tim Palang Hitam dicegat oleh keluarga yg tidak menginginkan jenazah tesebut diautopsi.

Selain itu, karena jenazah yg diangkut biasanya ada yg korban kecelakaan yg sudah berhamburan organnya, mayat yg sudah membusuk, bengkak, bahkan sampai pecah ketika diangkat. Kendati demikian, profesi ini mengharuskan mereka selalu siap sedia apapun kondisinya.

Tdk hanya itu, tim Palang Hitam juga memiliki tugas utk mengurus jenazah dari panti sosial & keluarga miskin di rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta.

“Dari mnjemput jenazah, memandikan, membungkus kain kafan, sampai juga menshalatkan utuk yng beragama Islam,” tutup Yudi.#kompas#

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel