ISIS telah Berkembang sangat Pesat di Afganistan

MOSKOW - Rusia, Cina dan Pakistan memperingatkan pengaruh kelompok ISIS yang berkembang di Afghanistan. Ketiga negara itu juga menyebut kondisi keamanan di Afganistan memburuk.

ISIS  di Afganistan

Perwakilan ketiga negara itu, yang melakukan pertemuan di Moskow, juga sepakat akan mengundang pemerintah Afghanistan menghadiri pertemuan berikutnya di masa depan, kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

"(Ketiga negara) menyatakan secara khusus kekhawatiran menyangkut peningkatan gerakan kelompok-kelompok garis keras, termasuk cabang ISIS di Afghanistan," kata juru bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova, kepada para wartawan setelah pertemuan selesai, Selasa (27/120 

Amerika Serikat, yang masih memiliki hampir 10.000 personel pasukan di Afghanistan setelah lebih dari 15 tahun kelompok Taliban digulingkan oleh pasukan Afghanistan dukungan AS, tidak diundang ke pertemuan Moskow.

Pembicaraan tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilangsungkan antara Rusia, China dan Pakistan dan sejauh ini tidak melibatkan Afghanistan. Pertemuan tampaknya akan memperdalam kekhawatiran Washington, yang dikesampingkan dalam perundingan soal masa depan Afghanistan.

Para pejabat di Kabul dan Washington mengatakan Rusia sedang memperdalam hubungannya dengan gerilyawan Taliban yang memerangi pemerintah Afghanistan. Namun, Moskow membantah bahwa pihaknya memberi bantuan kepada para gerilyawan.

Zakharova mengatakan Rusia, China dan Pakistan melihat bahwa kondisi keamanan di Afghanistan semakin buruk. Ketiga negara menyepakati suatu "pendekatan fleksibel untuk menghapus orang-orang tertentu dari daftar sanksi sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pembicaraan damai antara Kabul dan gerakan Taliban," tambahnya.(antara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel