Teori Perubahan Sosial Menurut Beberapa Para Ahli

Ilmu sosiologi menurut 'Teori Perubahan Sosial Menurut Beberapa Para Ahli' tidak sedikit dipengaruhi oleh sekian banyak ilmu ilmu lain baik itu biologi, geologi, & banyak lagi lainnya. Oleh sebab itu jangan sampai heran bila sekian banyak teori perubahan sosial yg bakal dijelaskan menyebut sekian banyak pemikiran yg bukan orang sosiolog bahkan bukan orang dalam ilmu pengetahuan social. 

Factor ini, seperti dijelaskan diawal mulanya, perubahan sosial berlangsung lantaran seluruhnya perihal yg ada dalam penduduk baik dari dalam maupun luar. Adapun perihal elemen yg menyebabkan terjadinya perubahan sosial dari dalam seperti kondisi ekonomi, technologi, pengetahuan, agama & yang lain lalu elemen dari luar seperti bencana. 

Kemudian ada berapa teori perubahan sosial yg mesti kamu ketahui? Berikut macam macam teori perubahan sosial di bawah ini : 

Teori Perubahan Sosial

1. Teori Evolusi (Evolutionary Theory)
Teori evolusi kayaknya kamu telah memahaminya dari mata pelajaran maupun mata kuliah Biologi. Benar-benar, teori perubahan sosial yg satu ini bersumber dari pemikiran Darwin yg selanjutnya dipelajari oleh ahli sosiolog Herbert Spencer juga sebagai patokan dalam teori perubahan sosial yg setelah itu dikembangkan oleh Emile Durkheim & Ferdinand Tonnies. 

Dalam teori perubahan sosial ini dijelaskan bahwa evolusi memengaruhi kepada cara pengorganisasi penduduk, utamanya yg berhubungan dgn system kerja. Berdasarkan pandangan tersebut, Tonnnies berpendapat bahwa penduduk beralih dari tingkat peradaban sederhana ke tingkat peradapan yg lebih kompleks. 

Dalam teori perubahan sosial evolusi dapat diliat terjadinya transformasi dari penduduk. Sejak Mulai dari warga tradisional yg mempunyai pola pola sosial komunal ialah pembagian dalam warga yg didasarkan oleh siapa yg lebih lanjut usia atau senioritas bukan terhadap prestasi personal individu dalam penduduk. Seterusnya factor tersebut beralih ke arah yg lebih kompleks. 

Dalam teori perubahan sosial ini, telah pasti dipengaruhi oleh usia / waktu. Oleh lantaran itu, teori ini terbagi atas dua merupakan perubahan dengan cara lambat atau evolusioner & dengan cara cepat atau revolusioner. 

Pengertian perubahan dengan cara lambat atau evolusioner yakni perubahan yg berlangsung dalam interval waktu yg lumayan lama & disertai dgn perubahan perubahan kecil & terjadinya pergeseran sosial dengan cara perlahan & jarang memunculkan konflik dalam penduduk & kelembagaan. 

2. Teori Evolusi Unilinear 
Teori evolusi unilinear merupakan teori yg mempunyai anggapan bahwa manusia & warga pun kebudayaannya bakal senantiasa mengalami perubahan sesuai dgn tahapan tahapan tertentu dari wujud kehidupan yg sederhana ke wujud kehidupan yg lebih komples. Teori perubahan sosial dikemukakan oleh sekian banyak ahli seperti August Comtee, Herbert Spencer, Vilfredo Pareto (Lakukan modifikasi jadi teori siklus) & Pitiim A. Sorokin. 

Sorokin yang merupakan suporter teori perubahan sosial ini punya anggapan bahwa penduduk berkembang lewat step step yg masing masing didasarkan kepada satu buah kepercayaan sbg step mula-mula; indera manusia yang merupakan step ke-2; & bukti yang merupakan step terakhir. 

Dalam teori ini, Spencer punya anggapan bahwa tak butuh lewat tahapan tertentu utk penduduk mengalami perubahan sosial, tentu berlangsung. Dia melanjutkan bahwa warga yaitu hasil perkembangan grup homogen ke group heterogen baik sifat ataupun susunannya. 

3. Multilined Theories Of Evolution. 
Teori perubahan sosial ini lebih menekankan kepada ketidaksepakatan mengenai teori evolusi non linear. Perihal ini lantaran penduduk yg mengalami perubahan sosial tak bisa ditentukan mengalami kemajuan (dgn kata lain linear). 

Dalam teori ini dijelaskan bahwa penduduk mungkin saja mengalami perubahan sosial berupa kemunduran. Bersama munculnya teori ini, para ahli sepakat bahwa perubahan sosial yg berlangsung tak bakal disamakan proses suksesi kepada biologi, yg bakal senantiasa mengalami kemajuan tetapi bersifat naik turun. Oleh sebab itu teori evolusi unilinear tak lagi dipergunakan. 

4. Teori Konflik (Conflict Theory). 
Teori perubahan sosial ini dipengaruhi oleh pandangan sekian banyak ahli seperti Karl Marx, Frederict Engle, & Ralf Dahrendorft. Dalam teori perubahan sosial ini pasti saja memandang konflik yang merupakan sumber terjadinya perubahan dalam warga. 

Teori ini meliat warga dua grup atau kelas yg saling berkonflik yakni kelas borjuis & kelas proletariat. Ke-2 group sosial dalam warga ini bakal dianggap juga sebagai majikan & pembantunya. Penderitaan yakni sumber penting konflik yg ada dalam penduduk menurut teori ini. 

Dgn kepemilikan harta & hak hidup yg lebih dikuasai oleh kaum borjuis & minimnya bagi kaum proletariat dapat memicu konflik sosial dalam penduduk maka berlangsung revolusi sosial yg berakibat kepada terjadinya perubahan sosial.

Berdasarkan teori perubahan sosial ini, dijelaskan bahwa kepada akhir revolusi, dapat tercipta warga yg hidup tidak dengan pembagian kelas, sama rata (betul betul utopia [editor]). 

Ditambahkan pula bahwa perubahan sosial berjalan kepada dasarnya disebabkan oleh adanya konflik, & konflik bakal senantiasa ada di sembarang tempat dan waktu. Pendidikan bakal menciptakan perubahan sosial lebih damai.

5. Teori Perubahan Sosial Dahrendorft 
Teori perubahan sosial oleh Dahrendortf berisi menyangkut pertalian stabilitas struktural sosial & adanya perubahan sosial dalam penduduk. Perubahan perubahan yg berjalan dalam struktur kelas sosial dapat berakibat terhadap dua aspek yakni normatif ideologi atau nilai & faktual institusional. Keperluan dalam faktor ini bisa jadi nilai pun realitas dalam penduduk. 

Serasi dgn teori konflik, persamaan atau equality ialah hak bagi tiap-tiap masyarakat negeri. Jika ada keperluan satu buah group utk menekankan persamaan tersebut, sehingga dapat berlangsung dua elemen atau dua skenario dalam warga merupakan : 

Nilai persamaan yg di harapkan dapat di terima & dihayati (ideologis) oleh sebahagian warga, yg berarti masyarakat dapat makin tergila gila bersama persamaan tersebut dgn kata lain bersifat normatif ideologis. 

Persamaan yg di inginkan tersebut bakal diwujudkan dalam pengaturan kelembagaan seperti JAMKESMA bagi penduduk negeri Indonesia, & BOS Pendidikan 12 Thn & yang lain dgn kata lain bersifat faktual institusional. 

Perubahan sosial yg berlangsung dalam warga seperti yg dijelaskan dalam teori ini, bakal berlangsung bersamaan & juga dapat berlangsung salah satunya apalagi dulu. 

Dalam teori perubahan sosial lebih lanjut (kalau kamu mau pelajari yg lebih silakan cari bukunya) memaparkan mengenai pertalian antara perubahan sosial pengaruhnya pada mobilitas sosial, di mana beragam perubahan sosial sudah memengaruhi status & peranan sosial satu orang maupun sekelompok orang. 

6. Teori Fungsionalis 
Teori perubahan sosial ini menonton ketidakpuasan warga kepada keadaan sosial yg berlaku dikala itu jadi penyebab dari perubahan sosial. Dalam teori ini, Ogburn meneruskan menyangkut adanya sektor dalam penduduk yg tak ikut beralih, atau statis. Dgn kata lain, tak seluruh sisi dalam warga & kebudayaannya beralih dalam perubahan sosial yg berlangsung. 

Dalam teori ini, Ogburn mengkritik group warga yg punya anggapan grup lain yg tak mengikuti perubahan sosial yg juga sebagai ketimpangan kebudayaan maupun kesenjangan. Sampel perbandingan antara penduduk Kajang Pedalaman & warga Bulukumba bidang perkotaan. 

Pasti saja faktor ini karena perkembangan technologi yg memberikan “loncatan” kepada budaya yg ada. Teori perubahan sosial ini menganggap bahwa grup yg masihlah merasa nyaman bersama yg sudah ada, tidak ingin ikut beralih, & group yg merasa tak nyaman bersama keadaan diwaktu itu dapat beralih. Anak belia pas bersama teori fungsionalis. 

7. Teori Siklus. 
Teori perubahan sosial ini menuturkan mengenai perubahan sosial yg bagaikan roda yg sedang berputar, artinya perputaran era yakni sesuatu yg tak bakal dielak oleh manusia siapapun & tak mampu dikendalikan oleh siapapun. Bangkit & mundurnya sebuah peradapan yaitu bidang dari sifat alam yg tak mampu dikembalikan. 

Memang Lah terkesan aneh, Teori ini diperkuat Ibnu Khaldun dalam bukunya yg populer sejagat “Muqadimah” (pembukaan paling tebal [Editor]) & & dijadikan sumber oleh Arnold Tonybee dalam mempelopori teori perubahan sosial ini. 

Teori ini berhubungan bersama tantangan & tanggapan. Bila sebuah penduduk bisa memberikan tanggapan kepada tantangan yg ada dalam peradapannya sehingga penduduk tersebut bakal mengalami kemajuan. Bakal tapi, jika tak bisa, sehingga dapat berjalan kemunduran bahkan kehancuran. 

8. Teori Revolusi : Perubahan Sosial Nomor Satu Super Cepat.

Ini adalah teori perubahan sosial yg terakhir & paling cepat. Seluruhnya penduduk bakal mengalaminya & ikut berpartisipasi dalam sejarah tersebut. Revolt ialah asal tuturnya merupakan pemberontakan. Seandainya telah tiada kesesuaian & kesepakatan antara warga & institusi yg ada (pemerintah) kepada keadaan sosial & struktur sosial sehingga skenario paling buruk yg berlangsung yaitu pemberontakan atau revolusi. 

Pasti saja, ada api sehingga ada asap. Syarat syarat terjadinya revolusi merupakan adanya kemauan utk mengadakan perubahan dari mayoritas rakyat atau warga yg ada. Selanjutnya adanya pemimpin yg siap mewadahi & merumuskan perubahan sosial yg diinginkan. Kemudian yakni ketika yg cocok buat terjadinya revolusi, pasti saja perencanaan yg menyeluruh pada histori revolusi. 

Amat Sering berlangsung perubahan sosial itu senantiasa diawali oleh demonstrasi sama seperti konflik yg muncul di sekian banyak daerah di Indonesia pasca reformasil. & inilah akhir dari artikel menyangkut ; Teori Perubahan Sosial Menurut Beberapa Para Ahli. Bagikan ya sahabatku ! Thank for you.

Baca juga : Download Buku Agama dan Perubahan Sosial

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel