Mereka Membawa Pertanda

Apa maksudnya dan bagaimana "Mereka Membawa Pertanda" ?, simaklah ulasan berikut ini ; 

"ldzaa tafaqqaha ar-rafi', tawaadha'; Wa idzaa tafaqaaha al- wadhi, taraffa'." seandainya kematangan ilmu seorang amat sangat tinggi, dia bakal merendah : Seandainya kematangan ilmunya rendah, dirinya bakal meninggikan diri." (Ali bin Abi Thalib). 

Muadz Bin Jabal RA., pernah Berbicara, "Tuntutlah ilmu pengetahuan dikarenakan derigan ilmu bakal memunculkan rasa takut terhadap Allah. Mencari Ilmu ilmu pengetahuan terrnasuk ibadah, menelaahnya dianggap membaca tasbih, meneliti itu setara jihad, mengajarkannya terhadap orang bodoh dihitung sbg sedekah, & mendiskusikannya pada para pakar dianggap yang merupakan sebuah wujud kedekatan Kepada-Nya." 

Ilmu yakni penerang jalan & penuntun langkah supaya tidak sesat. Karenanya kita mesti memperhatikan darimana dia ke luar. Di antara beberapa orang yg mengajarkan pengetahuan pada orang lain, ada yg mempunyai kelayakan, ada yg sedang melengkapi dirinya dgn kepatutan, tapi ada juga yg tak ada kebaikan pada dia kecuali utk ditinggalkan. 

Membawa Pertanda

Sebabnya, sumber yg keruh & rancu tak membawa kebaikan apa pun terhadap kita kecuali keburukan & kegelisahan. Mereka hanya membawakan utk kita pengetahuan & keasyikan, namun tidak dengan jalan jelas yg menyejukkan. Kita cuma disibukkan dgn wacana-wacana yg meletihkan. 

Fudhail bin Iyadh sempat mengingatkan, “Ulama itu banyak, ahli hikmah yg bijaksana itu sedikit. Sesungguhnya yg dituju dari ilmu pengetahuan merupakan hikmah kebijaksanaan. Barang siapa yg dianugerahi hikmah sehingga dia sudah memperoleh karunia yg tidak terhingga. 

Jikalau Ulama yg layak jadi acuan dapat menerangi hati & menuntun jalan, sehingga mereka yg mengulamakan diri dapat mendatangkan fitnah yg besar. Sufyan Ats-Tsauri sempat bicara; “Berlindunglah kalian terhadap Allah dari fitnah ahli ibadah yg bodoh, & fitnah ulama yg lacur. Sesungguhnya bahaya fitnah mereka berdua yakni malapetaka besar bagi tiap-tiap orang yg mengenainya”. 

Mengingat bahayanya lebih besar daripada manfaat yg dapat kita ambil, kita perlu mengenali tanda- tandanya. Sesungguhnya tiap-tiap perkara membawa pertanda. Begitu pun ulama yg ucapannya membangkitkan fitnah, mereka membawa pertanda. Ada beberapa tanda yg akan kita kenali. Sebahagian di antaranya, bakal kita perbincangkan diwaktu ini. 

Perdana, berlagak bijak. Abu Bakr Muhammad memaparkan, "Ulama lacur bertutur kata bagai spiritualis ahli hikmah biar disangka bijaksana. Dirinya tidak khawatir besar nya tanggung-jawab dari ucapan-ucapannya dikarenakan memang lah dia tak mengamalkannya." 

Ke-2, angkuh. "Ulama" semacam ini bakal sibuk menyombongkan diri dgn bertambahnya pengetahuan yg mereka dapat. Seandainya mereka berjumpa dgn orang lain yg dianggap lebih rendah, atau belum bersinar kharismanya, beliau dapat meninggikan diri. Dirinya tidak segan-segan mengucapkan kalimat yg membuat hati menjadi ciut & dada menjadi sempit. 

Sebaliknya, kalau dia duduk dgn orang yg dianggap lebih tinggi, dia bakal menundukkan diri dgn menampakkan sikap seolah- olah tawadhu'. 

Mereka menjadikan beberapa orang bodoh juga sebagai kaki tangannya, & membodohi beberapa orang yg berpengharapan kepadanya maka dia akan melanggengkan pengaruh. Adapun terhadap orang yg lebih tinggi kedudukannya, dia menampakkan ketundukan & mendekatkan diri supaya dinamakan juga sebagai golongan yg berderajat tinggi. Bukan lantaran mau membawa keutamaan ilmunya. 

Ali bin Abi Thalib mengingatkan, "Idzaa tafaqqaha ar-rafi’ tawaadha'; Wa idzaa tafaqqaha al-wadhi, taraffa'. jikalau kematangan ilmu seorang amat sangat tinggi, beliau bakal merendah. Seandainya kematangan ilmunya rendah, dia bakal meninggikan diri." 

Ke-3, merasa dibutuhkan. Bukan sadar ia dibutuhkan. Mereka merasa amat sangat terhormat, & beranggapan beliau teramat dibutuhkan maka sibuk meninggikan diri. 

Keempat, merasa serba tahu maka menjawab pertanyaan apa pun pula, bahkan hingga faktor yg mereka paling tak tahu. Wallahu A’lam bishshawab. * 

Baca juga : Obesitas Membuat Otak Lebih Tua 10 Tahun

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel