Walau Hanya Segelas Kopi

Tanda-tanda Akhir Zaman sudah semakin banyak yang tampak di depan mata. Kiamat rasanya sudah semakin dekat. Kalau seluruh tanda yang disebutkan Nabi sudah terjadi, maka berakhirlah seluruh sejarah peradaban. 

Kita memasuki alam berikutnya yang hitam putih. Yang baik memang benar-benar baik, dan yang buruk memang sungguh-sungguh buruk. Tak ada lagi ruang untuk berpura-pura. Setiap kita akan menghadapi perhitungan. Tidak ada yang lebih menakutkan kecuali siksa api neraka yang panasnya menyala-nyala yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu-batuan. 

Hendaklah kita takut, meskipun hanya dengan memberikan sedekah walau hanya segelas kopi. Bersegeralah memberikan sedekah sebelum orang-orang menolak untuk menerima sedekah dari kita.

Segelas Kopi

Haritsah bin Wahab menuturkan, "Saya mendengar Nabi bersabda, 'Bersedekahlah ! Sesungguhnya akan datang atasmu suatu masa ketika seseorang berjalan membawa sedekahnya, lalu ía tidak menjumpai orang yang mau menerimanya.  Seseorang berkata, 'Seandainya kamu membawanya kemarin, pasti aku terima. Adapun hari ini aku tidak membutuhkannya," (HR Bukhari).

Ini mengingatkan kita kepada perintah Allah. Sesungguhnya Allah swt. telah berfirman, "Hai orang orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab."

Hari apakah itu ? Dialah hari ketika langit runtuh, gunung-gunung beterbangan dan para ibu yang sedang hamil keguguran dikarenakan rasa takut yang mencekam.

Dialah hari ketika anak lupa orangtua, suami lupa kepada istrinya, nenek lupa kepada cucunya dan seorang sahabat tak lagi akrab. Masing-masing sibuk dengan kekalutannya. Wallahu a'lam bishawab.

Berkenaan dengan memberi sedekah, ada saat-saat utama dan ada saat-saat ketika sedekah sudah tak berharga lagi meskipun masih banyak orang yang mau menerimanya. Abu Hurairah ra: bercerita, seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata, "Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya ?"

Beliau bersabda, "Kamu bersedekah, dan kamu dalam keadaan sehat dan kikir. Kamu takut fakir dan mencita-citakan kaya. Namun jangan menunda sehingga (nyawamu) sampai di tenggorokan, baru kamu berkata, 'Untuk Si Fulan sekian dan si Fulan sekian.' Padahal benda itu telah ada pada Fulan." (HR Bukhari).

Kadang kita tidak bersegera memberi sedekah karena sedikitnya harta yang dapat kita berikan. Padahal nilai keutamaan sedekah itu bukan terletak pada apa yang kita berikan, tetapi pada bagaimana kita memberikannya. 

Segelas kopi yang kita sedekahkan dengan hati penuh keikhlasan, nilainya lebih besar daripada setumpuk uang yang kita keluarkan demi mengharap tepuk tangan. Sepotong kue yang kita ulurkan kepada tetangga, sementara hati masih mengingini, jauh lebih besar pahalanya dari pada seikat makanan segar yang kita sampaikan kepada orang lain karena kita tak mau memakannya lagi.

Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang bersedekah dengan seharga sebutir (kurma) dari usaha yang halal, dan Allah tidak menerima kecuali yang baik, maka sesungguhnya Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Dia membesarkannya bagi pemiliknya sebagaimana salah seorang di antaramu membesarkan anak kuda, sehingga kebaikan itu seperti gunung." (HR. Bukhari).

Sepotong kue yang kita ulurkan 
kepada tetangga kita
Sementara hati masih mengingini
Jauh lebih besar pahalanya
Daripada seikat makanan segar
Yang kita sampaikan kepada orang lain
Karena kita tak mau memakannya lagi

Alangkah besar kemuliaan, dan alangkah sedikit yang telah kita lakukan. Sementara dunia beranjak semakin tua, sebagaimana usia kita pelahan semakin mendekati kubur.

Beberapa catatan sederhana ini semoga memberi bekas pada iman kita sehingga menyuburkan rasa syukur dan menghidupkan kekuatan jiwa untuk ikhlas bersedekah. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang terlambat. *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel