Moral Therapy Bagi Kerusakan Moral Bangsa Indonesia

Moral Therapy Bagi Kerusakan Moral Bangsa IndonesiaMoral Therapy Bagi Kerusakan Moral Bangsa Indonesia melalui salah satunya adalah memulihkan Peran Pendidikan Moral Pancasila di Zaman Globalisasi sekarang ini.

Menghadapi arus globalisasi yg makin pesat, keurgensian pancasila yang merupakan basic negeri makin dibutuhkan. Kebebasan di zaman globalisasi & reformasi telah tak terkendali. Pancasila sbg anjuran dalam menghadapi globalisasi & juga sebagai basic negeri Indonesia yg sudah ditentukan oleh para pendiri negeri Indonesia yang merupakan suatu acuan dalam menjalankan kehidupan berbangsa & bernegara utk menghadapi beragam tantangan. Pancasila mesti konsisten dipertahankan. 

Oleh karena itu, Kalau globalisasi tak disikapi dgn serta-merta & serasi sehingga elemen ini bakal meneror eksistensi kita juga sebagai suatu bangsa. Yg terpenting ialah macam mana bangsa & rakyat Indonesia bisa menyaring supaya nilai-nilai kebudayaan yg baik saja & tepat bagi kepribadian bangsa saja yg terserap. 

Bila nilai-nilai budaya yg bertentangan lebih-lebih merusak tata nilai budaya nasional mesti di tolak secara tegas. Kunci dari persoalan tersebut terletak kepada pancasila juga sebagai pandangan hidup & basic negeri. Jika rakyat & bangsa Indonesia terus menjaga nilai-nilai luhur bangsa sehingga nilai-nilai atau budaya dari luar yg jelek bakal tertolak dengan sendirinya 

Pancasila yakni sekumpulan nilai–nilai luhur yg diyakini kebenarannya, yg seterusnya dijabarkan dalam tata cara pengamalan Pancasila. Pengembangan sikap adil kepada sesama manusia, kesamaan kedudukan pada hukum & HAM, keseimbangan antara hak & kewajiban yakni sikap yg tercermin dari pengamalan nilai Pancasila merupakan sila ke -5 yg berbunyi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

Fungsi dari nilai yg terkandung dalam Pancasila sila ke-5 ini berfungsi yang merupakan maksud negeri. Tapi, apakah nilai–nilai yg terkandung dalam sila ke lima Pancasila itu telah terlaksana seutuhnya di lingkungan kita? Ada banyak penduduk Indonesia yg bersikap bertentangan dgn nilai moral Pancasila. 

Mereka condong bersikap individualisme, menghalalkan segala kiat meskipun melalui kerja keras, melemahkan kapabilitas hukum, memanfaatkan sumberdaya & sumber daya Indonesia secara berlebihan, menyelewengkan kekuasaan, dan seterusnya. Sungguh ironis memang, Pancasila yg disepakati yang merupakan kepribadian bangsa diwaktu ini fakta di lingkungan penduduk Indonesia tidak sesuai dgn falsafah Pancasila.  

Moral yakni perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam berhubungan dgn manusia lain. jika yg dilakukan satu orang itu serasi dengan nilai rasa yg berlaku di warga tersebut & bakal di terima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, sehingga orang itu dinilai memiliki moral yg baik, demikian pula sebaliknya. Moral merupakan product dari budaya & Agama. 

Adapun penyebab kerusaknya moral bangsa Indonesia antara lain : 
  1. Kurangnya Wawasan Ilmu Agama merupakan penyumbang nomor wahid terhadap rusaknya moral bangsa indonesia. Jikalau agama yg kita punya kuat sehingga pasti saja kita takut berbuat dosa. Maka tak ingin ada kriminil atau paling tak kriminil amat sangat minim dalam negara ini. Contohya saja kalau pejabat-pejabat negara ini mempunyai landasan agama yg baik, sehingga apa berani dirinya memakan duit rakyat (Korupsi) ?!
  2. Pengaruh Budaya Luar merupakan faktor yg bisa saja jadi penyebab rusaknya moral bangsa Indonesia, sehingga tidak akan dipungkiri pengaruh budaya barat merusak moral bangsa ini. Juga Sebagai sample gratis seks & pergaulan bebas masuk ke Indonesia dari merangseknya budaya barat ke negara ini. 
  3. Salahnya System Pendidikan Indonesia juga menjadi penyebab rusaknya moral di Indonesia. Sama Seperti kita ketahui anak-anak menghabiskan tidak sedikit waktunya di dalam lingkungan sekolah. Tapi Sayang sekolah kini cuma identik utk mencari ilmu duniawi saja & jarang ada sekolah yg serius mengajarkan aspek2 moral, Kalaupun ada porsinya amat minim.
  4. Penerapan hukum yang kurang sesuai dengan norma-norma hukum itu sendiri termasuk tegas, tepat sasaran dan adil tanpa membedakan kelas.

Keempat factor di atas bisa saja cuma penyebab yg Dasar saja, tetap tidak sedikit lagi penyebab-penyebab lain yg menyebabkan moral bangsa ini rusak. Tapi utk memperbaiki moral bangsa indonesia rasanya cukup dengan memperbaiki keempat penyebab di atas saja. Bila pengaruh luar telah menyusut, agama kita kuat & pendidikan pula mengajarkan perihal moral dan hukum ditegakkan maka bisa diyakini moral bangsa indonesia tak dapat serusak ini. 

Sungguh bangsa kita sedang diuji oleh Allah terkait perbuatan yg dilakukan oleh orang yg melaksanakan aksi menyimpang, terutama terkait pemberitaan di massa berkaitan korupsi yg tetap berlangsung. Aksi ini tak enaknya justru dilakukan oleh beberapa orang aktor muda yg ke depan justru diinginkan jadi pemimpin bangsa. 

Sample salah satu rusaknya moral bangsa kita terurama dibidang social & budaya yaitu mudahnya nilai-nilai barat yg masuk baik milalui internet, antene parabola, sarana tv, ataupun media cetak yg kadang-kadang ditiru habis-habisan.  Makin lunturnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian & kesetiakawanan sosial maka dalam kondisi tertentu cuma ditangani oleh segelintir orang. 

Kasus demi kasus yg melibatkan perbuatan menyimpang para pemuda cita-cita bangsa tersebut pasti dapat menyesakkan para orang tua yg telah merasakan mengabdikan kehidupannya utk membangun Indonesia. Lantaran itu kita mesti menyadari bahwa bangsa ini sedang menghadapi problem yg lumayan serius di masa yg mendatang. 

Di antara hal yg dominan mempengaruhi perbuatan menyimpang di kalangan para pemuda tersebut ialah berkaitan budaya materialisme yg beranak pinak dgn budaya konsumerisme. Generasi yg terlahir di zaman 2000-an merupakan generasi yg terlahir umumnya dalam suasana ekonomi yg telah baik. 

Akibatnya anak-anak yg dilahirkan di era ini telah merasakan kehidupan yg baik dari sudut ekonomi & kesejahteraan. Akibatnya mereka tak merasakan betapa susahnya menghadapi kehidupan ini. Generasi yg terlahir di zaman ini telah menikmati kemajuan ekonomi warga Indonesia. Diwaktu mereka bersekolah, sehingga mereka telah naik turun mobil. Bahkan antar jemput semenjak Taman Kanak-Kanak (TK). 

Akibatnya mereka tak merasakan betapa susahnya utk mencapai sekolah. Disaat mereka Sekolah Menengah Mula-mula, sehingga mereka telah memanfaatkan sepeda motor. Dan setelah itu kala SMA & seterusnya ke perguruan tinggi telah memakai mobil yang merupakan transportasi harian. Maka Dari Itu mereka tak merasakan betapa sulitnya bertolak & pulang ke sekolah. 

Realitas ini sungguh amat paradoks dengan generasi awal mulanya yg terlahir di zaman 1990-an. Mereka umumnya yakni generasi yg tetap merasakan bagaimanakah sulitnya sekolah. Aku masihlah ingat disaat SD mesti berjalan kaki sejauh 5 kilo meter tiap-tiap harinya. 

Sama Seperti yg sudah kita dengar & baca bahwa tidak sedikit anak bujang yg terlibat di dalam perbuatan yg menyimpang. Tidak Sedikit konsumen narkotika & obat terlarang yang lain yakni mereka yg tergolong belia, adalah umur antara 20-35 thn. Masa ini sesungguhnya merupakan periode keemasan bagi satu orang anak manusia, karena di ketika inilah bangunan kehidupan tersebut diletakkan. 

Kesuksesan atau kegagalan kehidupan telah mampu diduga di waktu ini. Kalau pemuda tidak berhasil merumuskan fondasi kehidupan di usia ini, dapat diduga bahwa kegagalan akan membayanginya. 

Yang Lebih menyedihkan yaitu kala yg jalankan aksi menyimpang terutama dalam aksi korupsi merupakan para pemuda. Sama Seperti kita pahami bahwa tabiat menyimpang ini berjalan sebab pengaruh budaya materialisme yg amat sangat mendalam. 

Mereka mau mendapatkan kehidupan yg sejahtera dgn segera, maka melupakan dimensi moralitas & kepatutan. Jikalau ini yg selanjutnya jadi pilihan bagi generasi kita, sehingga masa depan Indonesia sungguh dipertaruhkan. Seluruhnya pasti tak mau bahwa Indonesia dapat mempunyai nasib sbg bangsa yg senantiasa jadi negeri yang tingkat korupsinya fantastis tinggi. 

Terkait perihal ini, sehingga harusnya seluruh faktor bangsa ini mesti lakukan revitalisasi moral, maka ke depan dapat didapatkan kondisi yg lebih baik di bandingkan kondisi sekarang ini. 

Oleh sebab itu, pendidikan karakter bangsa bagi generasi muda kita harus dapat dimanfaatkan, maka ke depan para pemuda mempunyai tanggungjawab moral buat membela & membangun Indonesia dengan baik. 

Seperti yg di muat dalam pancasila khususnya sila kedua “Kemanusiaan yg adil & beradap”. Dari opini ini mengandung tujuan bahwa rakyat Indonesia di inginkan buat hidup adil & beradap. Buat mencapai warga yg beradap di butuhkan moral & lifestyle yg baik. Moral & lifestyle bangsa Indonesia tercermin kepada perbuatan-perbuatan rakyat itu sendiri khususnya para remaja sbg generasi penerus sekaligus ujung tombak bangsa ini. 

Langkah yang diambil bangsa Indonesia menghadapi persoalan bangsa terhadap zaman globalisasi & memasuki umur ke-71 merupakan rekonstruksi moral dengan cara keseluruhan dgn membangun kembali karakter & jati diri bangsa. Tidak Hanya melaksanakan rekonstruksi moral serta jalankan konsolidasi kebangsaan bersama lakukan langkah taktik memperkuat komitmen kebangsaan & dengan membangun Indonesia menuju periode yg lebih baik. 

Saban hari kita amati gaya hidup & kelakuan remaja di lingkungan kita bahwa tidak sedikit remaja khususnya remaja putri yg berpakaian seksi & menggugah gairah sex lawan jenisnya. Tidak sedikit pula pemuda yg mencetak gank & tidak jarang kumpul di perempatan jalan sambil minum-minuman keras yang meresahkan.

Dari perincian di atas, dapat dikatakan bahwa kondisi moral & lifestyle rakyat Indonesia sekarang ini sudah mengalami kerusakan & butuh di perbaiki dengan bijak. Lantaran, gaya hidup & moral mereka telah tak cocok lagi dgn kepribadian bangsa Indonesia yg berlandaskan Pancasila. Maka dari seluruh pihak yg terkait butuh menunjang demi kesadaran & kebaikan generasi penerus kita. 

Moral Therapy sebagai tehnik perbaikan moral bangsa ini melalui memasyarakatkan kembali PAANCASILA dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 serta peningkatan ilmu Agama. 

Langkah-langkah antisipasi sebagai Moral Therapy yg mesti dilakukan yaitu :
  1. Dibutuhkan kesadaran yg tinggi dari masing-masing pribadi utk bisa mengubah & memperbaiki prilaku & moralnya. Lantaran dgn kesadaran dari diri kita sendiri, sehingga prilaku kita akan diperbaiki tidak dengan ada paksaan dari pihak manapun. Maka akhirnya tentu dapat lebih memuaskan & Insya Allah nasib bangsa Indonesia ke depan tentu bakal lebih makmur & sejahtera dikarenakan dipimpin oleh beberapa orang yg mempunyai kepribadian & moral yg baik.
  2. Mengembangkan aksi luhur yg mencerminkan sikap & suasana kekeluargaan & kegotong–royongan. Kita hidup dilingkungan yg tetap berada di wilayah Indonesia. Telah jadi kodrat manusia juga sebagai mahluk sosial sebaiknya mempunyai sikap tolong menolong meringankan antar sesama, gotong- royong, tenggang rasa sesama manusia tidak dengan membedakan ras, suku, jenis kelamin & agama. Tapi, dimasa saat ini sepertinya sikap tersebut telah meluntur. Tidak Sedikit orang yg bekerja sehari suntuk sampai beliau tak mampu bersosialisasi dgn lingkungannya. Sampai timbul sikap acuh tidak acuh & individualis, sikap yg tidak searah dgn nilai Pancasila. Mestinya kita yang merupakan rakyat Indonesia yg mempunyai pandangan hidup Pancasila lebih mementingkan keperluan sosial di atas keperluan pribadi.
  3. Mengembangkan sikap adil pada sesama Penjabaran makna adil yg sesungguhnya terkadang memberikan pro & kontra antar manusia. Adil dalam hukum yaitu seluruh rakyat Indonesia mempunyai kedudukan yg sama dimata hukum. Adil kepada sesama merupakan, memperlakukan manusia sama dgn lainnya tidak dengan membedakan suku, ras, agama, dan jenis  kelamin. 
  4. Menjaga keseimbangan antara hak & kewajiban. Rakyat Indonesia mempunyai hak & kewajiban yg sama buat membela negaranya. Rakyat indonesia pun mempunyai jaminan hak asasi manusia yg tertuang dalam UUD 1945. Hak asasi manusia tersebut mencakup hak atas kedudukan yg sama dalam hukum, hak atas penghidupan yg pantas, hak atas kehidupan berserikat & berkumpul, hak atas kebebasan mengeluarkan pendapat, hak atas kemerdekaan memeluk agama, hak buat memperoleh pengajaran, dan seterusnya. Dgn dirumuskannya hak asasi dalam UUD 1945, mengandung pengertian bahwa UUD mewajibkan pemerintah & lain–lain penyelenggara negara buat memelihara budi pekerti kemanusiaan yg luhur yg bersifat universal pun memegang teguh cita-cita moral rakyat yg luhur. 
  5. Menghormati hak orang lain.  Tiap-tiap manusia mempunyai hak. Hak yg sudah diperoleh & dibawanya sejak lahir ialah hak asasi manusia. Hak asasi manusia berlaku sejak beliau lahir dibumi tidak dengan perbedaan atas basic bangsa, ras, agama, kelamin. Bersama HAM, manusia mendapatkan peluang buat berkembang bersama bakat & cita-citanya.
  6. Menyukai memberikan bantuan terhadap orang lain supaya bisa berdiri sendiri Utk menguber kehidupan yg tambah baik, manusia mesti bersama-sama dgn manusia lain sebagai warga. Manusia mustahil mampu hidup sendiri tidak dengan pertolongan orang lain. Bukti ini memunculkan kesadaran bahwa segala yg diraih & kebahagiaan yg dirasakan oleh manusia pada dasarnya merupakan berkat pertolongan & hubungan kerja orang lai tak memakai hak milik melalui upaya yg bersifat pemerasan pada orang lain.
  7. Tak memakai hak milik buat perihal yg bersifat pemborosan & gaya hidup mewah. Indonesia mempunyai hasil bumi yg teramat melimpah. Dari bidang pertambangan, perkebunan, pertanian, kelautan, dll. Seluruhnya hasil bumi tersebut menjadikan Indonesia tajir bakal hasil bumi.biarpun begitu tidak sedikit ketajiran Indonesia, kita yang merupakan rakyat Indonesia tak diperbolehkan memanfaatkan ketajiran negeri tersebut dgn berlebihan & lifestyle mewah. Lantaran diantara sumber daya alam tersebut ada sebahagian yg tak bakal diperbaharui & ada banyak saudara kita yg mempunyai kehidupan yg tidak pantas. Sedangkan Indonesia mempunyai berjuta sumberdaya yg mestinya turut di nikmati semua rakyat Indonesia. 
  8. Tak memakai hak–hak milik utk elemen–elemen yg tidak sesuai keperluan umum. Tidak Jarang kita mendengar kasus–kasus koruptor yg menjamur di Indonesia. Selayaknya, manusia lebih memprioritaskan keperluan umum di atas keperluan pribadi.
  9. Senang bekerja keras. Kerja keras kita perlukan buat berikhtiar apa yg kita inginkan jadi terwujud. Perwujudan itu hendaknya dilaksanakan bersama langkah yg benar sesuai hukum. Tetapi, tidak sedikit orang yg berupaya perwujudan keinginannya tersebut dgn trik yg tidak sejalan dgn falsafah nilai Pancasila. Semisal menyuap.
  10. Senang menghargai hasil karya orang lain yg berguna bagi kemajuan & kesejahteraan. Tidak Sedikit karya anak negeri ini yg berprestasi. Hasil karya mereka tak kalah dgn negeri lain. Hendaknya kita hargai & kita dukung hasil karya mereka sbg hasil karya anak bangsa Indonesia yg berguna bagi kemajuan & kesejahteraan dgn memberikan motivasi pada anak negri Indonesia yang lain utk konsisten tetap berkarya. 
  11. Gemar melaksanakan aktivitas dalam rangka wujudkan kemajuan yg merata & berkeadilan sosial. Pemerataan perekonomian di Indonesia masihlah butuh dilaksanakan. 
  12. Menumbuhkan semangat nasionalisme yg tangguh, misal semangat mencintai product dalam negeri.
  13. Menanamkan & mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebaik- baiknya. 
  14. Menanamkan & jalankan aliran agama dgn sebaik- baiknya.
  15. Wujudkan supremasi hukum, mengaplikasikan & menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya & seadil-adilnya.
  16. Selektif kepada pengaruh globalisasi baik politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. 

Langkah-langkah antisipasi tersebut di harapkan menjadi Moral Therapy untuk menangkis pengaruh apapun termasuk globalisasi yang sanggup mengubah nilai nasionalisme kepada bangsa kita. Maka kita pertahankan ideologi dan kepribadian bangsa ini. Merdeka ! Lahir dan bathin ?

Jangan tinggalkan membaca :   

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel