Kedokteran Ala Rasulullah SAW

Dalam System kedokteran ala Nabi SAW tak sama dgn apa yg diresepkan oleh para dokter & ahli kesehatan, di mana obat Nabi SAW yakni pengobatan yg efektif & menyembuhkan berdasarkan wahyu.

Pengobatan ala ruqyah memang lah jauh berlainan dari system pengobatan mutakhir yg berdasarkan hipotesis, eksperimen & observasi, di mana beberapa orang tak yakin obat yg dianjurkan Nabi SAW itu “Manjur” maka tak mendapatkan manfaat sama sekali. Hanyalah beberapa orang yg kuat Imannya terhadap Allah & Rasulullah SAW yg merasakan manfaat dari ruqyah ini. 

Ora Et Labora, demikian pula dgn pengobatan ala Nabi ini, mengupayakan & berdo’a seperti halnya beberapa orang yg shalatnya bagus sehingga dia sudah meminta pada Allah SWT supaya diberikan kesehatan 17 kali sehari semalam dalam 5 kali shalat wajib waktu duduk antara 2 sujud senantiasa kita mintakan “Wa-‘afinii” (Sehatkan saya).

Kedokteran

Apakah kamu yakin ?. “Inna Lillaahi Wainna Ilaihi Raaji’uun”, sesungguhnya semuanya datang dari Allah SWT & kembali KepadaNya. Mulai Sejak dari yg ringan seperti Batuk, pilek, allergi, dll sampai dengan yg parah seperti Jantung koroner & sebaginya itu datangnya dari Allah SWT, & sehingga Allah SWT pulalah yg tentu bakal menyembuhkannya. Bagaimanakah Al-qur’an menuturkan berkenaan “Madu” & “Lebah” dalam surat An-Nahli, yg artinya : 

“Dan Tuhanmu mengilhamkan pada Lebah, “buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, & di tempat-tempat yg dibikin manusia” (QS. An-Nahli, 68). “Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang(dimudahkan). Dari perut lebah itu ke luar minuman (Madu) yg bermacam-macam warnamya, didalamnya terdapat obat yg menyembuhkan bagi manusia. Sungguh terhadap yg begitu itu, memang terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yg berfikir “. (QS. An-Nahli, 69). 

Subhanallah, Allah menciptakan lebah, mengajarkan lebah membuat sarang & mencari makannya, seterusnya Allah memberitahukan manusia buat mengambil manfaatnya.

Pengalaman berobat terhadap dokter waktu kita menderita Flu Berat rata-rata kita dianjurkan contohnya minumlah 2 sendok makan madu 3 x sehari, minumlah teh rosella (tinggi Vitamin C) atau Minumlah 1 gelas perasan air jeruk nipis 2 x sehari & minum air putih yg tidak sedikit pula tidur atau istirahat yg cukup. Lalu rekomendasi dokter ini keta laksanakan 100 prosen & sesudah 3 hri kitapun sembuh dari serangan Flu berat.

Pertanyaannya Apakah Obat & rekomendasi dokter tadi ataukah Allah yg menyembuhkan kita ? Memang benar rekomendasi & obat dokter menciptakan kita sehat namun siapakan yg menciptakan lebah, rosella & jeruk nipis tadi ? Semuanya tumbuh dari tanah, lalu siapa juga yg membuat tanahnya ? Terhadap hasilnya kita sendiri bakal menjawab bahwa Allah sudah membuat semuanya termasuk juga kita & sang dokter itu sendiri pun sehat & sakitnya kita maka kita mesti ambil hikmahnya. 

Proses pengobatan ala Rasulullah SAW pula menganjurkan kita mempertahankan Wudhuk dikarenakan jadi pembuka bagi disembuhkannya bermacam macam penyakit sebab Wudhuk menunjukkan kebersihan & kesucian utk bakal meneruskan berdo’a & membaca Al-qur’an maka kita dilindungi Oleh Allah SWT dari pengaruh setan. 

Allah SWT Berfirman yg artinya ; “ Wahai orang-orang yg beriman !, seandainya anda hendak mengerjakan shalat sehingga basuhlah wajahmu & tanganmu hingga kesiku, & sapulah kepalamu, & basuh ke-2 kakimu sampai ke-2 mata kaki. Seandainya anda junub sehingga mandilah. & kalau anda sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari lokasi buang air (kakus) atau anda menyentuh wanita, sehingga jikalau anda tak mendapatkan air sehingga bertayammumlah dgn debu yg baik (suci); usaplah wajahmu & tanganmu dgn debu itu. Allah tidak mau menyulitkan anda, tapi Dia hendak membersihkan anda & menyempurnakan Nikmat-Nya bagimu, supaya anda bersyukur”. (QS. Al-Maaidah ; 6).

“Ruqyah” adalah singkatan dari “Ruqyah Syar’iyah” yg dipraktekkan oleh rasulullah SAW & diizinkan bagi orang lain utk melakukannya. Ruqyah ialah Pembacaan ayat-ayat Al-Quran atau berdo’a pada Allah SWT buat maksud penyembuhan penyakit seseorang atau dia sendiri. 

Ini dilakukan oleh Muslim yg suci & do’a yg dibacakan tak boleh berisi kata-kata yg tak akan dipahami & tak boleh ditujukan terhadap selain Allah SWT. 
Orang yg melaksanakan Ruqyah & subjeknya mesti sama-sama yakin dgn pasti bahwa penyembuhan berasal dari Allah, bukan dari orang yg berdo’a & bukan juga dari do’a itu sendiri. 

Bukhari, volume 007, buku 071, No. hadits ; 631, diriwayatkan dari Aisyah :  “selama periode Nabi SAW sakit, Ia biasa membaca “Muawwidzatain (Surah An-Nas & Surah Al-Falaq) & selanjutnya meniupkan nafas di atas rubuhnya. Dikala penyakitnya bertambah parah, aku membaca ke-2 surah tersebut & meniupkan nafas aku diatas Dirinya & menolong dia menggosok tubuhnya dgn tangannya sendiri utk berkat-berkatnya”. 

(Ma’mar tanya kepada Az-Zuhri, “bagaimana trik Nabi meniupkannya ?” Az-Zuhri berkata; “Beliau meniupkannya kepada ke-2 telapak tangannya, seterusnya mengusapkannya melintasi wajahnya”.) 

Bukhari, volume 007, buku 071, No. hadits 633 ; diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas bahwa sekian banyak sohib Nabi melintasi sekian banyak orang yg tinggal di dekat sumber air & salah satu dari orang tersebut sudah disengat kalajengking. Satu Orang lelaki diantara mereka yg tinggal dekat sumber air, datang & berbicara terhadap rekan Nabi, 

“Apakah ada seseorang diantara kalian yg sanggup laksanakan Ruqyah lantaran di dekat air disana ada seorang yg sudah disengat oleh kalajengking”. Salah satu orang teman Nabi juga berangkat kesana & membaca Surah A-Fatihah dgn domba sbg imbalannya. Pasien tersebut sembuh & teman tersebut mengambil domba imbalan terhadap teman-temannya yg tak gemar dapat perihal itu & berbicara, “Anda sudah mengambil pendapatan buat membaca Kitab Allah”. Disaat mereka tiba di Madinah, mereka berbicara; “Wahai Rasulullah !,(orang ini) sudah mengambil penghasilan utk membaca Kitab Allah”. Rasulullah berbicara, “Kau yg paling mempunyai wewenang buat mengambil pendapatan untuk utk melaksanakan ruqyah dgn Kitab Allah”. 

Bukhari, volume 007, buku 071, nomer hadits 635 ; diriwayatkan oleh Ummu Salamah bahwa Nabi SAW menyaksikan di rumahnya seseorang perawan yg wajahnya mempunyai bercak hitam. Dirinya bicara ; “Dia berada di bawah pengaruh mata jahat sehingga sembuhkan dirinya dgn ruqyah”.

Bukhari, volume 007, buku 071, No. hadits 637 ; diriwaqtkan oleh Al-Aswad, “Aku tanya terhadap Aisyah berkenaan merawat sengatan beracun (gigitan ular atau sengatan kalajengking) dgn ruqyah. Beliau bicara, “Nabi mengizinkan pengobatan sengatan beracun dgn ruqyah”.

Bukhari, volume 007, buku 071, nomer hadits 638 ; diriwayatkan oleh ‘Abdul ‘Aziz bahwa Tsabit & aku berangkat ke Anas bin Malik. Tsabit bicara; “Wahai Abu Hamzah !, Saya sakit”. Anas berbicara, “Perlukah saya merawat kamu dgn ruqyah Rasulullah ?”, Tsabit berbicara, “Ya”, Anas membaca, “Ya Allah ! Tuhan manusia, penghilang masalah !,(Mohon) sembuhkan (pasien ini), lantaran Engkau ialah Penyembuh. tak ada yg membawa kesembuhan kecuali Engkau, penyembuhan yg tak meninggalkan penyakit”.

Bukhari, volume 007, buku 071, nomer hadits 640 ; diriwayatkan oleh Aisyah bahwa Rasulullah biasa mengobati dgn ruqyah dgn membaca ; “Wahai Tuhan manusia ! Hilangkan sakit, kesembuhan ada di Tangan-Mu, & tak ada yg dapat menghapuskan (penyakit itu) kecuali Engkau”.

Kondisi-kondisi yg diperbolehkan ruqyah sudah diringkas oleh Ibnu Hajar ra.(18 Pebruari 1372 – 2 Pebruari 448, 852 H) yakni satu orang ilmuwan muslim sunni pada abad pertengahan Shafite yg mewakili seluruhnya lingkup dunia sunni di sektor hadits. 

Ibnu Hajar ra. : “Ada kesepakatan diantara para Ulama bahwa ruqyah diizinkan apabila memenuhi tiga persyaratan : 
1. Dengan kata-kata Allah, Nama atau Atribut-Nya. 
2. Dengan bahasa Arab atau kalimat-kalimat yg bermakna 
3. Percaya bahwa mereka tak memunculkan dampak apapun, namun Allah SWT”. (Fathul Bari 10/240).

Tutorial penambahan yg mesti dipertimbangkan dalam laksanakan ruqyah adalah “Ruqyah” ialah satu buah wujud do’a. Layaknya halnya dgn do’a lain, ruqyah bisa memakai kata-kata apa saja asalkan memenuhi syarat di atas (ialah tepat dgn sunnah). Perihal ini diizinkan oleh Rasulullah SAW, yg mengemukakan ; “Tidak ada yg salah dgn ruqyah selagi mereka tak melibatkan syirik”. (Muslim).

Hal-hal yg mesti dihindari dalam meruqyah : 
  1. Melakukan syirik 
  2. Mencari ruqyah dari penyihir atau peramal (paranormal) 
  3. Menggunakan kata-kata atau frase yg tak akan dimengerti 
  4. Menerapkan Ruqyah terhadap situasi yg dilarang atau aneh (kuburan/tempat atau orang yg tak suci)
  5. Menggunakan kata atau frase yg dilarang (mengandung makian, syirik, sihir, dll)
  6. Mengandalkan kepada kemampuan ruqyah (jangan sampai beranggapan ruqyah yg menyembuhkan tetapi Allah SWT) 

Jadi ruqyah dilakukan dgn Nama Allah, dgn kitab Allah, dgn Al-Fatihah.  Ayat-ayat ruqyah antara lain : 
  • Surah Al-Fatihah 
  • Surah Al-Baqarah ; 1-6 
  • Surah Albaqarah ; 102
  • Surah Al-Baqarah ; 163-164
  • Surah Ayat Kursi 
  • Surah Al-Baqarah ; 255 
  • Surah Al-Baqarah ; 285-286 
  • Surah Ali Imraan ; 18-19
  • Surah Al-A’raaf ;54-56 
  • Surah Al-A’raaf ; 117-122
  • Surah Yunus ; 81-82 
  • Surah Thaahaa ; 69
  • Surah Al-Mu’minuun ; 115-118
  • Surah Ash-Shaaffaat ; 1-10
  • Surah Al-Ahqaaf ; 29-32
  • Surah Ar-Rahmaan ; 33-36
  • Surah Al-Hasyr ; 21-24
  • Surah Al-Jiin ; 1-9 
  • Surah Al-Ikhlaash 
  • Surah Al-Falaaq
  • Surah An-Naas 
Inna Lillahii Wainna Ilaihi Raaji’uun .... Wassalam, silahkan bagikan kepada rekan, kerabat, handaitaulan agar tidak salah langkah sehingga tujuan mendapatkan obat malah memperoleh syirik. Na'udzulillah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel