Pesan Biologis Untuk Orang Tua

Pesan Biologis Untuk Orang Tua Pesan Biologis Untuk Orang Tua. Seputar Pengarahan kepada Putra-Putri Mereka dalam Masalah Seksual 

1. Hendaklah mereka memiliki antusiasme untuk membaca dan mengkaji buku-buku ilmiah yang berkenaan dengan pendidik- an seks, agar dapat membantu meluruskan pandangan mereka. Baik pula kalau mau menghadiri diskusi-diskusi atau seminar-seminar yang menampilkan para ahli dalam bidang kedokteran, ilmu jiwa, dan sosiologi.

2. Sikap tak acuh dan tutup mulut tidak akan meluruskan pandangan dan sikap, bahkan ia akan membuka pintu pengeta-huan yang salah atau negatif, dari sumber-sumber yang tidak dapat dipercaya ( teman pria atau wanita, pembantu, atau buku- buku yang menyesatkan).

3. Memberikan pengetahuan pen ting yang berhubungan dengan masalah seks, namun hams disampaikan dalam batas yang wajar dan waktu yang· sesuai, serta dengan cara yang tepat, dengan tidak menyulitkan dan tidak merangsang, disertai kemauan untuk mernberikan jawaban dengan mudah apabila si anak meminta penjelasan. ·

4. Sikap kedua orang tua ketika anak menampakkan auratnya, atau ketika si anak menyentuh dan mempermainkan organ seksnya, baik laki-laki maupun perempuan, karena kadang- kadang anak-anak itu saling menyentuh organ seks diantara mereka.

Sesungguhnya si anak melakukan hal itu dalam bentuk yang masih ditolerir, atau dalam rangka ingin mengetahui seluruh bagian tubuhnya atau tubuh anak lain, lebih-lebih di dalam menyentuhnya ini terdapat sedikit rasa lezat. 

Dalam hal ini si anak harus diberi pengarahan dengan lemah lembut, seperti memberinya pengarahan terhadap adab makan atau adab berbicara, dengan tidak menimbulkan kesan buruk sehingga si anak merasa seolah-olah telah melakukan sesuatu yang amat buruk. Yang lebih utama ialah memalingkan perhatian si anak dengan lemah lembut kepada hal-hal lain yang menyenangkannya (pekerjaan ringan atau permainan yang halus).

5. Pada usia balig sebaiknya diberikan beberapa pengetahuan penting, dan sebaiknya diberikan dengan cara yang sesuai dengan tujuannya, yang meliputi beberapa hal berikut. 

Beberapa pengetahuan pokok menjelang balig, tentang cerita kehidupan pada semua makhluk hidup, serta dijelaskan pula makhluk hidup itu berasal dari laki-laki dan perempuan. (jantan dan betina), baik pada tumbuh-tumbuhan; binatang, maupun manusia. 

Untuk hal itu sebaiknya dimulai dengan memperhatikan tumbuh-tumbuhan di kebun taman, peranan bunga-bunga dan biji dalam penyerbukan, atau memperhatikan kucing yang ada di rumah. Begitulah, sehingga pembicaraannya menjadi luwes dan luas, sebagaimana halnya membicarakan berbagai urusan yang kita hadapi sehari-hari, Allah berfirrnan ;

"Dan segala sesuatuKatni ciptakanberpasang-pasangan supaya kamu mengingatakan kebesaran Allah." (adz- Dzaariyat: 49).

Beberapa pengetahuan .penting tentang tanda-tanda balig bagi laki-laki dan perempuan (mimpi basah dan keluarnya darah haid), Lebih baik lagi bila 'disampaikan pada waktu membicarakan hal-hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan shalat, yang mana shalat itu wajib suci dari hadats kecil an hadats besar.

6. Pada usia sesudah balig (yang oleh sebagian orang diistilahkan dengan masa remaja) seyogianya kedua orang tua memberikan suasana yang baik agar masing-rnasing anak, baik lelaki mau- pun perernpuan, dapat tumbuh dengan sehat dan dapat pie- nempuh masa sesudah balig ini dengan selamat, di antaranya dengan langkah-langkah berikut. 

- Memberikan kesempatan-kcsernpatan yang terbatas untuk mengadakan pertemuan yang baik dengan anak lain yang berlawan jenis, dalam suasana kekeluargaan yang sopan. Demikianlah, hingga pertemuan seperti menjadi suatu ke- biasaan, dan tidak menimbulkan perbenturan apa pun antara si pemuda dan si pemudi ketika diperlukan adanya pertemuan antara mereka.

- Menyediakan waktu untuk .melakukan kegiatan-kegiatan yang bermacam-macam, seperti olahraga, kesenian, kebudayaan, dan kegiatan sosial. Pada umumnya, hal ini dapat mengendalikan mereka dari tekanan dorongan seksual. 

Kedua orang tua atau salah satunya berpuasa sunnah, untuk mendoron si anak tutut melakukan puasa pula. Karena yang demikian itu dapat meringankan gejolak seksual.

- Memberikan kesempatan kepada si anak untuk bermain dengan anak-anak yang sebaya dengannya, tidak jauh lebih tua dan tidak jauh lebih muda darinya, untuk menghindarkan anak dari melakukan hal-hal yang aneh yang berkenaan dengan seks, yaitu menghalangi yang kecil agar tidak dipermainkan oleh yang besar, atau menghalangi yang· besar agar tidak mempermainkan yang kecil. Seyogianya mereka diberi pengarahan yang positif, bahkan sebelumnya harus diberi kesempatan untuk bertemu dan bermain dengan anak yang sebaya.

- Ketika sudah sampai balig, maka perlu dilaksanakan hadits syarif, "Pisahkanlah tempat tidur mereka !" yaitu dengan membuatkan kamar tidur sendiri bagi anak perempuan dan juga anak laki-laki.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel